News  

Petugas KPPS di Cilebut Bogor Meninggal Dunia Usai Penghitungan Suara

KPPS meninggal Cilebut Bogor
Suasana di rumah duka petugas KPPS yang meninggal dunia usai menjalankan tugasnya di Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. (Albin/Bogordaily.net)

Bogoran.com Petugas KPPS di Cilebut, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor meninggal dunia. Ia dikabarkan meninggal setelah menjalankan tugasnya dalam Pemilu Rabu, 14 Februari 2204.

Abdurrahman pria yang berumur 52 tahun itu meninggal dunia diduga disebabkan karena kelelahan usai bertugas menjadi anggota KPPS Desa Cilebut Timur, Sukaraja, Kabupaten Bogor untuk TPS 023.

Berdasarkan pantauan Bogordaily.net (Jaringan Bogoran.com), di rumah duka tampak Kepala Desa (Kades) Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Muchtar Kelana ditemani sang istri tengah takziah.

Suasana duka pun menyelimuti rumah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Tepatnya di Kampung Jambu Dipa RT 01 RW 06, Desa Cilebut Timur, Sukaraja, Bogor.

Ketua RW 04 Desa Cilebut Timur Otong mengatakan almarhum kelelahan setelah bertugas menjadi anggota KPPS. Ia sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapat pengobatan.

“Iya benar salah satu teman kami sebagai anggota KPPS Desa Cilebut Timur, meninggal dunia. Saya kenal almarhum, informasinya meninggal karena kelelahan usai menjadi petugas KPPS di TPS 023,” kata Otong, Jumat, 16 Februari 2024.

Sebelumnya seorang petugas KPPS di TPS 7, Kampung Jambu, Desa Sibanteng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor juga dikabarkan meninggal dunia.

Sinta Maharani berusia 19 tahun diduga meninggal karena sakit dan kelelahan saat menjalankan tugasnya sebagai petugas KPPS Pemilu 2024.

Sinta sempat diantar pulang oleh temannya untuk istirahat karena kurang sehat pada pukul 02.00 WIB dini hari, Kamis, 15 Februari 2024.

Kemudian pagi harinya atau sekitar pukul 06.00 WIB, ia sempat dibawa ke klinik untuk mendapat pengobatan. Namun, petugas KPPS di TPS 7 itu dirujuk ke rumah sakit.

Setibanya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Leuwiliang, Sinta dinyatakan meninggal dunia. (Albin Pandita)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *