News  

Jelang Idul Adha, Dinkes Kabupaten Bogor Pastikan Hewan Kurban Bebas Penyakit

hewan kurban bogor
Ilustrasi hewan kurban. Salah satu peternakan hewan kurban di wilayah Bogor. (Albin/Bogordaily.net)

Bogoran.com Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor memastikan hewan kurban sehat dan bebas penyakit serta layak konsumsi.

Kepala Puskesmas Kesehatan Hewan Kelas A Wilayah II Kabupaten Bogor, M. Toif Hidayatullah mengatakan untuk pemeriksaan kesehatan dan kelayakan calon hewan qurban telah di wilayah II Kabupaten Bogor dilakukan dari H-30 s/d H-1 yakni sejak 17 Mei hingga 16 Juni 2024 pada lokasi farm, feedlot, pengepul, lapak hewan kurban.

Menurutnya, bagi yang sudah diperiksa dan dinyatakan sehat akan ditempel stiker pemeriksaan,dan diberikan Surat Keterangan Kesehatan’ Hewan Qurban (SKKHQ).

Untuk wilayah Kerja UPT Puskeswan II Babakan Madang sendiri mencakup 6 Kecamatan yaitu Babakan Madang, Citeureup, Sukarja, Ciawi, Megamendung dan Cisarua.

“Sampai hari ini sudah dilakukan pemeriksaan terhdap kurang lebih 57 feedlot/farm/pengepul di 6 kecamatan tersebut,” kata Toif, Kamis 13 Juni 2024.

Ia mengatakan, pada saat pengecekan yang dilakukan adalah pemeriksaan kesehatan hewan, asal hewan, SKKH daerah asal serta pemeriksaan kelayakan calon hewan kurban serta juga nelalukan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) terkait dengan kesejahteraan hewan di lokasi kandang dan saat distribusi hewan dengan kendaraan.

Selain itu juga dilakukan KIE terkait kewaspadaan penyakit hewan dan melakukan inventarisir stok calon hewan qurban yang tersedia beserta harganya.

“Hewan yang terindikasi tidak sehat dilakukan pengobatan dan dipisahkan tersendiri di kandang yang berbeda. Alhamdulillah sampai saat ini dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan hewan yang terindikasi penyakit hewan menular,” jelas Toif.

“Kami berharap pelaksanaan pemotongan hewan qurban tahun ini dapat berjalan dengan lancar dan aman. Hewan yang disembelih adalah hewan yang sehat dan layak sesuai kriteria serta daging yang dihasilkan dan dikonsumsi oleh mustahiq adalah daging Yang berkriteria Aman, Sehat Utuh dan Halal (ASUH),” tambahnya.

Sebelumnya Pj Bupati Bogor Asmawa Tosepu mengatakan, pihaknya telah membentuk tim pemeriksa kesehatan hewan qurban yang disebar ke seluruh lapak penjual hewan kurban se-Kabupaten Bogor, tim ini tidak hanya cek kesehatan juga pendistribusiannya.

“Tim sudah turun ke lapangan untuk mengecek kesehatan hewan qurban. Ini untuk memastikan hewan yang dijual dan dipasarkan di lapak-lapak penjual hewan kurban sehat dan layak baik dari sisi agama, sisi ukuran dan kesehatannya untuk dijadikan hewan qurban,” ungkap Asmawa Tosepu. (Albin Pandita)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *