News  

Jalur SSA di Kota Bogor Akan Kembali Diberlakukan

Wali Kota Bogor saat memberikan keterangan kepada wartawan. (Istimewa/bogordaily.net)

Bogoran.com – Jalur SSA di lingkar Kebun Raya Bogor akan kembali diberlakukan setelah Jembatan Otista di Jalan Otto Iskandardinata (Otista), Kota Bogor kembali dibuka.

Jembatan Otista telah melalui tahapan proses pembangunan ulang dan uji layak fungsi jalan dengan uji beban selesai dilaksanakan.

“Kita pastikan bahwa Sistem Satu Arah (SSA) tetap akan diberlakukan. Jadi tidak ada perubahan kembali lagi, jadi dua arah itu tidak ada,” kata Wali Kota Bogor Bima Arya.

Saat ini skema lalu lintas itu pun terus disosialisasikan kepada masyarakat luas. Nantinya dalam penerapan kembali SSA akan dipasang rambu-rambu lalu lintas yang diperlukan.

“Nanti Dishub dan teman teman Lantas di bawah koordinasi Pak Kapolresta, Pak Kasat Lantas akan memastikan penempatan rambu-rambu yang diperlukan di mana saja titiknya,” ujarnya.

Bima Arya meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor untuk betul-betul melakukan koordinasi dengan jajaran Satlantas Polresta Bogor Kota. Hal tersebut dilakukan untuk melakukan potensi-potensi penumpukan dan perlambatan lalu lintas di jalur SSA setelah jembatan Otista dibuka.

Karena dengan diperluasnya Jembatan Otista arus kendaraan dari arah Tugu Kujang akan mengalir deras di Jembatan Otista. Sebab semula menjadi titik kemacetan karena terjadi bottleneck.

“Ya artinya tidak boleh ada ngetem sembarangan, parkir sembarangan. Karena nanti juga akan ada pola baru pengaturan parkir 90 derajat 45 derajat dan lain-lain itu akan terus  disosialisasikan,” jelasnya.

Perkembangan Pembangunan Jembatan Otista 

Saat ini proses pembangunan ulang Jembatan Otista di Jalan Otto Iskandar, Kota Bogor berjalan on the track. Atau sesuai rencana dengan menempuh semua prosedur yang harus dilalui untuk memastikan jembatan laik digunakan sesuai aturan yang ada.

“Nah karena itu, kita pastikan ada tahapan untuk memastikan kekuatan dari beton ya,” kata Bima Arya.

Untuk memasuki tahapan laik fungsi jalan usia beton minimal harus berusia 21 hari sampai 28 hari untuk bisa dilakukan uji beban.

“Jadi nanti begitu umur beton/usia beton itu cukup, diperkirakan tanggal 15 Desember itu kita rencanakan akan melakukan fase uji beban. Jadi ada aturan itu, harus melalui seperti itu,” jelasnya.

Setelah semua tahapan uji laik fungsi jalan dilalui selanjutnya akan ditentukan jalan tersebut sudah bisa digunakan dan dilalui kendaraan.(Muhammad Irfan Ramadan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *